Pantai Kuta Sepi karena Bali Aga?

Pantai Kuta Sepi karena Bali Aga?

Pantai Kuta menjadi sepi yang di karena kehadiran dari Bali Aga? Riwayat dan cikal akan dari warga Bali Aga ini sendiri, berawal dari bangsa Austronesia.

Pantai Kuta Sepi karena Bali Aga?

Mereka tiba melalui laut dengan kapal bercadik dan pada akhirnya datang di pulau Bali dan diprediksi itu berlangsung pada 2.000 tahun SM.

Bangsa ini mempunyai kreativitas seni tinggi, bisa dibuktikan dengan ditemukan bermacam hiasan-hiasan pada sarkofagus dan nekara yang diketemukan dan saat ini masih disimpan rapi.

Baca Juga: Pantai Kuta Sepi karena Bali Aga?

Bangsa Austronesia ini membuat satu persekutuan hukum yang selanjutnya jadi cikal akan Bali Aga.

Pada periode itu warga Bali Aga tidaklah mengenali kehidupan beragama, mereka cuman menyembah nenek moyang mereka yang disebutkan “Hyang”. Dari sisi kehidupan religius mereka masih keterbelakang.

Menyaksikan segi kehidupan Bali Aga itu, karena itu beberapa penebar agama Hindu tiba ke Bali, diantaranya ialah Rsi Markandya yang disebut berawal dari tanah India.

Beliau dikasih panduan oleh Yang Maha Kuasa untuk lakukan upacara dalam penanaman lima elemen dari logam yang dikenali dengan Panca Datu supaya dikasih keselamatan dan menampik semua bencana.

Tempat dikerjakan upacara itu ialah di Wasuki selanjutnya jadi Basuki dan pada akhirnya jadi Besakih, tempat pura paling besar di Bali yakni Pura Besakih, berada di Karangasem, daerah Bali Timur.

Ada banyak buah dusun yang dikenali warganya selaku turunan masyarakat Bali Aga yang karena membuat pantai Kuta menjadi sepi, misalnya :

  1. Dusun Tenganan

Dusun Tenganan satu dusun tua di pulau Dewata Bali yang juga dikenal dengan dusun Bali Aga, yang mengakui selaku warga asli Bali, dusun Tenganan ini telah ada saat sebelum periode invansi kerajaan Majapahit tiba ke pulau Bali. Sedang warga Bali di saat saat ini sejumlah besar ialah mereka turunan nenek moyang yang tiba dari pulau Jawa, sejak invansi kerajaan Majapahit itu.

Warga Tenganan, tidak banyak memperoleh dampak luar, secara stabil dan turun-temurun menjaga semua budaya, tradisi dan adat Bali kuno yang diturunkan oleh nenek moyangnya tempo dahulu, bahkan sekarang ini, ketika zaman modernisasi yang tetap berbeda-rubah, dusun tradisi Tenganan masih menggenggam tegar menjaga semua ketentuan (awig-awig) yang diturunkan perintisnya.

Bersamaan perubahan pariwisata dan Bali jadi tujuan rekreasi dunia, kehadiran dusun Tenganan ini pasti bagus sekali untuk pelancong, budaya dan adat unik Bali kuno yang dipertahankan oleh masyarakat dusun tradisi Tenganan di tengah-tengah modernisasi ini, menjadi arah tur yang lumayan menarik untuk pelancong yang lagi berlibur, bahkan juga untuk pelajar dalam jadwal study tur.

Dusun tua ini jadi pemroduksi kain tenun gringsing yang terkenal, hingga salah satunya sisi dari daerah di sini juga dikenal selaku Tenganan Pegringsingan, berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, masuk ke peta pariwisata Bali Timur. Jarak menempuh dari lapangan terbang ke arah tempat wisata Tenganan seputar 1.5 jam berkendaraan, jaraknya 10 km saat sebelum tempat wisata Candidasa belok kiri pada suatu pertigaan.

  1. Dusun Trunyan

Dusun Trunyan jadi sisi daerah administratif kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli. Dikitari dan berada di kaki bukit dan terbatasi oleh danau Batur, langkah ke arah dusun itu dengan sewa perahu bermotor, seputar 20-30 menit dengan perahu seberangi danau Batur Kintamani dari pelabuhan dusun Kedisan, karena itu anda datang dalam tempat arah.

Akses ke dusun tradisi ini dapat dengan kendaraan motor termasuk mobil, tapi jalan ke arah dusun itu cukup ekstrim, jalan berkelok dan naik dan lumayan kecil untuk dilewati dengan 2 mobil berpapasan, untuk masyarakat lokal yang ada di dusun tradisi Trunyan kemungkinan telah terbiasa, tapi untuk pelancong tidak direferensikan, atau supir yang tak pernah lewat medan susah semacam itu, makin lebih direferensikan untuk sewa perahu dari pelabuhan Kedisan.

ika anda sewa perahu baik dari pelabuhan Kedisan atau Toya Bungkah, yakinkan harga yang disetujui ialah harga untuk pulang pergi, memakai perahu bermotor (tidak sampan), termasuk guide / pemandu rekreasi dan tanya beberapa biaya yang lain seperti bantuan dan ticket masuk di object wisatanya. Dan kenalilah meskipun anda naik kendaraan ke Trunyan Bangli karena itu anda cuman dapat sampai di dusun Trunyan saja, sedang dari dusun tradisi Trunyan anda harus naik perahu bermotor kembali ke pemakamannya sebab tidak ada akses dari lajur darat.

Pemandu rekreasi  untuk ke arah penyemayaman itu atau percayakan dengan biro perjalanan anda. Dengan sewa tur guide, karena itu berlibur anda waktu perjalanan rekreasi dan piknik ke penyemayaman itu lebih menyenangkan dan nyaman.

  1. Dusun Sidetapa

Berada di utara Pulau Bali, Dusun Sidetapa diprediksi sudah ada semenjak tahun 785 Masehi.

Kekhasan dusun ini berada pada rumah adatnya yang membelakangi jalan dan namanya Bale Gajah Tumpang Salu. Bale berarti rumah, Gajah selaku lambang bangunan berkaki (bertiang) empat, Tumpang bermakna Tingkat, dan Salu bermakna Tiga. Rumah ini terdiri dari 3 sisi yang dipakai selaku tempat aktivitas sosial, religius, ekonomi, dan budaya.

  1. Dusun Cempaga

Selain itu Dusun yang berada di Kabupaten Buleleng ini populer dengan adanya banyak jumlah tarian keramatnya yakni Tari Jangkang,Tari Baris, Baris Jojor, Baris Dadap, Tari Pendet, Tari Rejang, Rejang Beneh, Rejang Tuding Pelayon dan masih banyak lagi.

  1. Dusun Tigawasa

Dusun Bali Aga ke-3 yang berada di Kabupaten Buleleng ini mempunyai adat unik namanya Meboros Kidang yakni aktivitas memburu rusa atau kijang yang nanti akan dipakai selaku fasilitas upacara hari raya Sipeng Tradisi (Nyepi dusun).

Pada dusun ini benar-benar populer dengan kerajinan anyaman bambu mereka yang disebutkan Bedeg dan Sokasi, panggilan untuk tempat masakan dan fasilitas upacara dalam warga Bali.

  1. Dusun Pedawa

Saat sebelum namanya Pedawa ada beberapa nama yang menempel pada dusun ini yakni dusun Gunung Tambleg dan Gunung Sari. Menurut narasi masyarakat dusun Pedawa nama Gunung Tambleg.

Berawal dari kata Gunung dan Tambleg, Tambleg bermakna bodoh atau polos.

Nama itu terkait dengan pertimbangan masyarakat dusun yang simpel. Selanjutnya dalam riwayat perubahan selanjutnya dikenali bernama Gunung Sari.

Nama itu terkait dengan kehidupan warga di sini selaku penyadap nira yang dibuat jadi gula. Bersamaan perjalanan waktu nama Gunung Tambleg tak pernah digunakan kembali sedang nama Gunung Sari cuman disebutkan di saat ada upacara agama saja.

Lantas bagaimanakah hal bernama dusun Pedawa yang dikenali sampai saat ini. Menurut narasi yang turun temurun di kelompok masyarakat Pedawa Buleleng.

Jika dahulunya jasad beberapa orang Pedawa tidak dipendam, tetapi cuman ditempatkan di bawah pohon kayu. Berikut takilan (bekal pendam) dan bunga kembang sepatu.

Sedangkan bila beberapa anak yang wafat jasadnya dilempar ke lobang kayu besar yang berada dekat dusun. Dalam satu hari hadirlah seorang raja namanya Raja Bima berikut diiring oleh pendeta atau Dusun Manca.

Jika untuk mengatur tata langkah penguburan mayat terhitung dengan kelengkapan upacara simpel.

Sejak saat itu, jasad orang yang wafat dipendam seharusnya dan diupacarai simpel. Dalam acara peralatan upacara itu dibutuhkan tirta pencuci dan pengentas. Sebab tidak ada golongan Brahmana karena itu Dusun Manca Jika berperanan memberi tirta itu.

Di saat raja mandi di dusun Gunung Sari ini, tempat pemandian raja itu diberi nama Toya Bim. Kabarnya dapat membuat orang tahan bila jika mandi disitu.

Dalam tempat itu dibikin kan pelinggih namanya Pura Dalam, meskipun kasiat air tahan itu saat ini tidak terlihat kembali. Si raja sendiri tinggalkan dusun itu sedang Dusun Manca Jika tinggal di sini. Waktu beliau meninggal dunia dibuatkan pelinggih Dusun di jaba Pura Dalam.

  1. Dusun Penglipuran

Dibanding dengan dusun Bali Aga yang lain dalam perincian ini, dusun Penglipuran ini terhitung salah satunya yang cukup terkenal. Dikukuhkan selaku dusun terbersih di dunia, beberapa penghargaan seperti Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award). Sampai Sustainable Destinations Hebat 100 versus Green Destinations Foundation juga telah diterima oleh dusun ini.

Rumah tradisi di Dusun penglipuran berderet rapi komplet adanya pintu gerbang ciri khas Bali atau yang dikenali dengan panggilan angkul-angkul.

  1. Dusun Bebatuan

Kekhasan dusun yang terhitung dalam daerah Kabupaten Gianyar satu ini ada di dalam rumah tradisi. Dengan memakai rumput ilalang untuk sisi atapnya.

Hal unik yang lain ialah daun pintu rumah memiliki ukuran kecil yang dibikin berbahan tanah liat atau batu. Sehingga hanya dapat dilintasi oleh satu orang. Disamping itu ada juga Pura Puseh Dusun Bebatuan yang simpan beberapa benda purbakala. Dari jaman prasejarah berbentuk lingga, arca, dan peripih.

Desa-desa itu mempunyai bermacam budaya dan adat unik, menjaga identitas asli nenek moyangnya. Menambahkan daftar tempat pariwisata yang dapat anda datangi saat berlibur, anda dapat mendapati pengalaman berlibur baru di beberapa tempat itu.

Nah untuk kamu yang telah tidak sabar untuk coba pengalaman baru berekreasi Kuta Sepi karena Bali Aga ini. Janganlah lupa buat jadi delapan dusun ini dalam bucket daftar paling atas berliburmu ya!