Peristiwa Sejarah Membuat Kota ini Indah

Peristiwa Sejarah Membuat Kota ini Indah

Peristiwa Sejarah Kota Indah – Sarajevo adalah ibukota Bosnia dan Herzegovina. Di kota tua ini banyak berlangsung kejadian monumental.

Beberapa salah satunya ialah perang saudara yang berlangsung di awal tahun 1990 dan pembunuhan Archduke Franz Ferdinand yang memacu berlangsungnya kejadian Perang Dunia I.

Peristiwa Sejarah Membuat Kota ini Indah

Walau mempunyai riwayat yang gelap, sekarang Sarajevo sudah menjelma jadi tujuan rekreasi yang banyak disukai oleh bukan hanya pelancong lokal saja tetapi juga pelancong luar negeri.

Baca Juga: Pantai Kuta Sepi karena Bali Aga?

Nah, berikut ada referensi tempat rekreas idengan  Peristiwa Sejarah di kota Sarajevo yang indah dan sangat sayang untuk dilewati. Baca ya!

  1. Gazi Husrev-beg Mosque

Mushola Gazi Huzrev Beg nampak dari terlalu jauh. Dia ada dalam satu kompleks. Dikitari pasar. Satu menaranya membubung setinggi nyaris 50 m. Bangunan khusus mushola dikitari tembok bata dan metal. Saat azan berkemandang, syahdu berasa di hati saya. Bukan hal umum, dapat dengarkan suara panggilan sembahyang menggema di Eropa.

Tempat wudu pria ada di luar. Pada tempat serupa satu gazebo. Sedang tempat wudu wanita ada di ruang tertutup. Seorang wanita muda menunjukkan ke kami. Sediakan sandal dan menghidupkan air hangat.

Warga lokal mengatakan Begova dzamija (Mushola Beg, dibaca Bey). Dia dibuat di antara tahun 1525 – 1531), saat Turki Usmani kuasai Balkan. Namanya berawal dari Gazi Huzrev Beg, seorang gubernur di Sarajevo. Mushola ini adalah salah satunya yang paling tua, paling besar dan warisan arsitektur penting Turki di Balkan.

Mushola Beg punyai satu kubah besar di tengah-tengah dan kubah-kubah kecil disekelilingnya. Dalam kompleks tumbuh beberapa pohon besar. Saya menyaksikan dua bangunan berkubah. Rupanya pusara. Diantaranya pusara Gazi Husrez Beg.

Pintu masuk ruangan salat wanita berada di sayap kiri bangunan mushola. Sepatu dapat kita membawa masuk. Tersimpan di rack sepatu dekat tempat salat. Dengan ruangan sembahyang pria, dia dipisah oleh pagar kayu rendah. Saya tidak menduga agak banyak peserta salat berjamaah. Khususnya golongan mudanya.

Saat jadi gubernur, Gazi Husrev membuat banyak tempat penting. Beberapa bangunan itu menyebar di dekat Mushola Beg.

Paling dekat ialah menara jam (Sahat kula). Bangunan bata membubung beberapa puluh mtr., bersisihan dengan menara mushola. Tempat masuknya ialah gerbang tertulis Pekara Imaret. Berpuluh mtr. selanjutnya, di pojok tatap muka jalan Saraci dan Ferhadija, kami dapatkan Gazi Husrev Beg-bezistan. Satu basar tertutup dibuat dari batu alam. Setengahnya ada di bawah tanah. Sisi luarnya mempunyai banyak etalase. Didalamnya dapat kita dapatkan kios-kios kenang-kenangan, penjual pakaian, tas, kaca mata, dan aksesories. Saya cuman melihat-lihat di sini.

  1. Kovaci Memorial Cemetery

Disamping itu, presiden pertama Bosnia yang namanya Alija Izetbegović disemayamkan di sini. Tidak jauh dari Kovači Memorial Cemetery ada satu bukit yang menghadap ke penyemayaman. Ini adalah tempat paling indah untuk melihat matahari tenggelam.

  1. Latin Bridge

Latin Bridge adalah jembatan Utsmaniyah paling tua yang dibuat semenjak tengah era ke-16. Kejadian populer pembunuhan Archduke Franz Ferdinand yang memacu pecahnya Perang Dunia I berlangsung di sini. Satu plakat ditempatkan di ujung utara jembatan untuk mengidentifikasi kejadian itu.

  1. Sarajevo Tunnel Museum

Saat sebelum jadi museum, dahulu waktu berlangsung perang saudara, Sarajevo Tunnel dipakai selaku lajur penyelamat untuk mendapatkan makanan, kontribusi, senjata dan sumber daya. Ini dibuat oleh tentara Bosnia pada Mei 1992.

Dan sekarang sesudah jadi museum, pengunjung dibolehkan masuk sejumlah kecil terowongan untuk napak tilas kejadian riwayat saat itu.

  1. Jewish Museum

Salah satunya museum populer di Sarajevo ialah Jewish Museum. Ini adalah museum Yahudi yang berada dalam suatu sinagoga yang dibuat pada era ke-16. Semua koleksi museum tampilkan bermacam pameran riwayat yang tentu saja terkait dengan komune Yahudi di kota Sarajevo.

  1. Sarajevo Town Hall

Sarajevo Town Hall dibuat di tahun 1898. Dinding bangunan dibikin ukir-pahatan dengan skema lukisan yang susah, jendelanya memakai kaca patri yang cantik, dan detil tangga geometrisnya yang mengagumkan.

Bangunan ini terbuka untuk umum. Didalamnya ada bermacam pameran galeri photo dan seni yang terkait dengan perang.

  1. Bascarsija

Bermakna sisi khusus. Dia berdiri semenjak era 15 oleh Isa-Beg Ishakovic, saat Turki pertama menguasainya. Di era 19 pernah berlangsung kebakaran luar biasa. Hingga luas Bascarsija tinggal setengah luas aslinya.

Kecuali pusat budaya, Bascarsija adalah pusat berbelanja di Sarajevo. Beberapa wilayahnya ialah daerah spesial orang berjalan kaki. Pada musim dingin, tidak banyak wisatawan kesini. Cuman satu 2 orang kami saksikan menenteng camera. serombongan wisatawan asal Korea.

Beberapa ratus toko kecil bersambungan di jalanan Barscarsija. Saya lihat mereka banyak jual barang kerajinan tangan. Mereka tidak cuman jual dalam toko, tetapi memajang di luar. Beberapa lampu menggantung berornamen beberapa warna, hijab pashmina dengan beberapa warna cantik, perhiasan dari perak, perlengkapan rumah tangga, karpet, mainan beberapa anak, bahan makanan, bumbu, buku. Serba ada. Situasinya juga ramai.

Ada satu teritori membuat saya tersenyum dan berduka ketika bertepatan. Kami masuk di satu gang sempit. Kanan kirinya penuh toko pengrajin logam. Kelihatannya dari tembaga. Sebab sejumlah besar barangnya warna kecoklat-coklatan. Beberapa pengrajin memukul-mukul dan membuat logam itu. Saya beli magnet kulkas memiliki motif salah satunya pertunjukan rekreasi Sarajevo di situ.

Antara perlengkapan rumah tangga seperti seperangkat gelas kopi, teko, pipa rokok, piring, hiasan dinding, mangkok, saya saksikan banyak orang jual sisa-sisa selongsong peluru. Kenang-kenangan perang, demikian panggilan buku petunjuk yang saya membawa. Beberapa benda mengerikan jaman perang itu sudah beralih menjadi komoditi pemroduksi uang.

Semenjak dulu Sarajevo dikenali mempunyai banyak Sebilj. Pancuran air bersih penyuplai minum untuk masyarakat lokal atau musafir yang singgah kesini. Sekarang ini masihlah ada beberapa sisa. Diantaranya dekat halte tram Bascarsija. Beberapa ratus merpati terbang dan hinggap disekelilingnya. Dia terlihat seperti satu monumen kayu berkubah hijau. Sangat sayang saya tidak sempat mencicip airnya.

  1. Svrzo’s House

Svrzo’s House sebenarnya ialah rumah punya seorang bangsawan Turki. Berdiri saat Bosnia tetap menjadi sisi kekhalifahan Turki Usmani, kurang lebih pada era 18 masehi. Awalannya dipunyai oleh keluarga Glodo. Jadi punyai keluarga Svrzo lewat jalinan pernikahan. Keluarga Svrzo menjualnya ke pemerintahan Sarajevo yang selanjutnya membuatnya selaku satu museum.

Tempat lokasi ini ada di Jalan Glodina. Sedikit ke utara dari Bascarsija. Kami mendaki Jalan Sagrdzije. Cuman tiga beberapa puluh mtr. dari mulut jalan, Svrzo’s House tampil. dia ada di tengah-tengah pemukiman warga.

Rumah kuno ini masih terawat. Turisnya sedikit. Beberapa rumah dibuat dari kayu. Seperti podium dan ruang-ruang penyimpanan. Rumah ini terdiri dari 2 sisi: sisi umum untuk terima tamu, dan sisi dalam spesial untuk bagian keluarga. Barang-barang kuno masih tetap ketinggalan di situ.

Kami masuk di bangunan dua lantai. Pertama naik tangga kayu ke lantai atas. Sebab tidak ada pemanas, masuk di sini pada musim dingin, kedinginan. Informasi didalamnya cukup komplet. kamar-kamarnya ada yang bisa dimasuki ada yang tidak. Dalam kamar rerata ada sofa tanpa ada kaki diperlengkapi dengan bantal-bantal. Ruangan keluarga juga begitu. Makin luas ruangnya, makin besar juga ukuran sofanya.

Nah, itu tujuan rekreasi di kota Sarajevo yang memikat untuk didatangi. Kapan kamu kesini?